Hadir dan Saksikan Upacara Adat Saparan Bekakak Gamping Ambarketawang

Berita

Dalam rangka melestarikan dan mengembangkan potensi kebudayaan serta mensosialisasi tata nilai budaya sesuai dengan yang diamatkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Jumat 18 Oktober 2019 mulai pukul 13.30 bakal digelar Kirab Bekakak sepanjang enam kilometer berawal dari Lapangan Ambarketwang menuju Petilasan Gunung Gamping. Puncak acara berupa penyembelihan bekakak atau sepasang boneka yang terbuat dari tepung beras. Event budaya  ini telah menjadi event budaya yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.

Upacara Adat Saparan Bekakak ini merupakan bukti nyata apresiasi yang tinggi dari masyarakat Desa Ambarketawang Kecamatan Gamping dalam menginternalisasi sejarah perjuangan yang mengajarkan patriotism dimasa lampau. Upacara adat ini digelar sebagai bentuk permohonan keselamatan bagi warga masyarakat Kecamatan Gamping dan sekitarnya.

Acara Saparan Bekakak sebagaimana tahun-tahun sebelumnya bakal dimeriahkan pawai pasukan “ogoh-ogoh”, “gendruwo”, dan “wewe gombel” disepanjang jalur dari Lapangan Ambarketawang menuju Petilasan Gunung Gamping. Prosesi pemberangkatan kirab akan diawali dengan pemecahan kendi “Tirto Dono Jati” dan pelepasan sepasang burung merpati. Penyembelihan bekakak akan dilakukan dua kali, sepasang bekakak yang pertama akan disembelih di seputaran ringroad, sedangkan di petilasan Gunung Gamping Tlogo akan dilakukan penyembelihan bekakak yang kedua kalinya sebagai puncak acara.

Selain itu Kamis, 17 Oktober 2019 pukul 20.00 WIB di Balai Desa Ambarketawang diselenggarkan Upacara Malam Widodereni. Acara tersebut di meriahkan dengan pertunjukan Wayang Kulit oleh Dalang Ki Bayu Aji Nugroho dengan membawakan lakon “Petruk Dadi Ratu”.

Maksud dan tujuan diselenggarakannya Upacara Adat Saparan Bekakak adalah untuk mendukung wisata budaya di Kabupaten Sleman pada khususnya dan di DIY pada umumnya. Disamping itu juga untuk mengajak generasi muda menggali dan lebih memahami nilai-nilai seni budaya yang adiluhung dan memberikan wahana bagi pertumbuhan kesenian rakyat serta menumbuhkan rasa handarbeni dan kecintaan terhadap seni budaya bangsa sendiri. Selain itu juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sebagai pelaku ekonomi melalui berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung. (dv)

Leave a Reply