Pasar Srowolan

Post Image
admin 5 Desember,2019

Pasar Srowolan

Pasar Srowolan merupakan salah satu dari cagar budaya di Kabupaten Sleman sesuai dengan keputusan Bupati Sleman Nomor 6.13/Kep.KDH/A/2019 tentang Status Cagar Budaya Kabupaten Sleman Tahun 2019, yang harus dilindungi, dijaga kelestarian, dan keasliannya seperti yang diamanatkan oleh Undang Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Lokasi  Pasar Srowolan secara administrative berada di Jalan Palagan Tentara Pelajar No 116 Karanggeneng, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pasar Srowolan didirikan pada tahun 1896 oleh Kasultanan Yogyakarta, pendirian pasar tersebut bersamaan dengan didirikannya kemantren Srowolan dan hari pasarannya jatuh pada hari Wage.  Pasar Srowolan merupakan salah satu cagar budaya di Kabupaten Sleman yang harus dilindungi, dijaga kelestarian dan keasliannya seperti yang telah diamanatkan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dahulu Pasar Srowalan ramai dikunjungi karena adanya Midhang, yaitu upacara tradisional sebagai wujud syukur atas terkabulnya permohonan. Pada saat masa Agresi Militer Belanda Kedua, wilayah Sleman dikuasai oleh Militer Belanda, dan mengakibatkan banyak pasar yang sepi. Namun Pasar Srowolan justru masih ramai karena Pasar Srowolan dimanfaatkan oleh para pejuang untuk mengumpulkan logistik. Selain sebagai tempat mencari persediaan logistik, mereka juga menjadikan pasar ini sebagai tempat pertukaran informasi antar pejuang.

Bangunan pasar saat ini merupakan hasil pemugaran yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono VIII pada tahun 1921. Pemugaran pasar dikerjakan oleh N.V Construtie Atelier Der Vorstenlanden Djokjakarta dengan material bangunan yang dibuat oleh N.V. Braat. Bangunan Pasar Srowolan memakai gaya arsitektur tradisional dengan bahan bangunan modern. Pasar Srowolan merupakan bangunan los terbuka terdiri dari lima deretan yang berjajar utara-selatan. Denah dari los berbentuk persegi panjang, atap bangunan berbentuk pelana dengan penutup terbuat dari genteng dan atap bangunan memiliki tutup gable dari seng gelombang pada kedua sisinya serta atap los Pasar Srowolan disangga oleh enam tiang yang terbuat dari besi. Setiap rangka besi disambung dengan mur dan baut. Berdasarkan inskripsi yang tertera pada salah satu rangka besi, besi-besi ini merupakan buatan pabrik baja Guttehofnungshotte di Jerman. Lantai los terbuat dari batu-bata yang dilapisi plesteran semen dengan ketinggian 35 cm dari permukaan tanah. Pada salah satu los, terdapat lempengan dari besi yang bertuliskan “BRAAT SOERABAIA DJOCJA TEGAL SOEKABOEMI “.

Pasar Srowolan di tetapkan menjadi cagar budaya karena memenuhi  kriteria Pasal 5 Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yaitu: a) Berusia 50 (lima puluh) tahun atau lebih, yaitu dibuat pada tahun 1896; b) Mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 (lima puluh) tahun, yakni bangunan pasar tradisional dengan konstruksi besi yang diproduksi oleh N.V. Braat Surabaya; dan c) Memiliki arti khusus bagi sejarah, karena berkaitan dengan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain memenuhi kriteria Pasal 5, Pasar Srowolan juga memenuhi kriteria Pasal 44 Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yaitu: a) Sebagai bangunan Cagar Budaya yang diutamakan untuk dilestarikan dalam wilayah kabupaten, mengingat merupakan bukti peninggalan masa perjuangan, b) Mewakili masa gaya yang khas, yaitu bangunan pasar tradisional dengan konstruksi besi yang diproduksi oleh N.V. Braat Surabaya; c) Tingkat keterancamannya tinggi karena tidak dipakai sehingga tidak terawatt; dan d) Merupakan tinggalan masa lalu  yang jenisnya sedikit dan jumlahnya terbatas karena merupakan satu-satunya bangunan pasar tradisional dari masa kolonial yang masih utuh di Kabupaten Sleman.

Bangunan Pasar Srowolan juga memiliki nilai penting dari sisi sejarah, hal tersebut dikarenakan pernah menjadi sarana perjuangan di masa Agresi Militer Belanda Kedua, yaitu sebagai tempat mengumpulkan logistik dan pertukaran informasi antar pejuan. Selain itu bangunan Pasar Srowolan juga memiliki nilai penting dari sisi kebudayaan dan ilmu pengetahuan, karena dapat menjadi sarana untuk memahami kegiatan perdagangan di masa lalu dan arsitektur pasar tradisional yang dibuat dengan konstruksi besi. (dv)