Breaking News

Dua Sekolah di Kabupaten Sleman Memperoleh Juara dalam Lomba Karawitan Tingkat SD/SMP di Pagelaran Keraton Yogyakarta

  • home //
  • Dua Sekolah di Kabupaten Sleman Memperoleh Juara dalam Lomba Karawitan Tingkat SD/SMP di Pagelaran Keraton Yogyakarta
Post Image
Dekhi 11 November,2019

Dua Sekolah di Kabupaten Sleman Memperoleh Juara dalam Lomba Karawitan Tingkat SD/SMP di Pagelaran Keraton Yogyakarta

Bertempat di Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta yang beralamat di Alun-Alun Utara St, Panembahan, Kraton, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta di selenggarakan Lomba Karawitan Tingkat SD/SMP dalam Pagelaran Keraton Yogyakarta. Lomba Karawitan tersebut diikuti oleh kontingen dari  SD dan SMP  se-DIY. Kegitan ini dilaksanakan selama lima hari mulai Jumat, 02 November 2019  s.d 05 November 2019 dan dilanjutkan Rabu, 07 November 2019 pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB.

Dalam Lomba karawitan Tingkat SD/SMP tersebut, untuk kategori tingkat SMP kontingen dari SMP Pangudi Luhur Moyudan menjadi juara pertama dengan total nilai 985, untuk juara kedua diraih oleh kontingen SMP Negeri 1 Samigaluh dengan total nilai 964, dan juara ketiga diraih oleh kontingen dari  SMP Negeri 2 Sleman dengan total nilai 948. Sedangkan untuk kategori tingkat SD, kontingen dari SD Trucuk (Pajangan) menjadi juara pertama dengan total nilai 978, untuk juara kedua diraih oleh kontingen dari SD Muhammadiyah Sapen dengan total nilai 925, dan untuk juara ketiga diraih oleh kontingen dari SD Negeri Timuran dengan total nilai 900.

Diharapkan ajang ini dapat menjadi media beraktivitas dan peningkatan kualitas seniman di kalangan siswa-siswi SD/SMP guna mempertahankan eksistensi jati diri sebagai salah satu akar budaya seni, sekaligus memberikan ruang kepada siswa-siswi dalam mengekpresikan diri melalui kesenian karawitan. Selain itu, juga untuk pembangunan karakter terhadap masyarakat luas khususnya generasi muda serta meningkatkan “rasa handarbeni” terhadap budaya sendiri yang adiluhung. Dengan semakin meningkatnya internaisasi budaya dikalangan warga masyarakat akan menjadi benteng sekaligus filter yang kuat di era globalisasi. Tentunya semua ini dimaksudkan untuk mendukung dan mengimplementasikan keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. (dv)