Struktur Cagar Budaya Sumur Mbah Demang Cokrodikromo

  • home //
  • Struktur Cagar Budaya Sumur Mbah Demang Cokrodikromo
Admin 2025-02-19 08:21:09

Struktur Cagar Budaya Sumur Mbah Demang Cokrodikromo

SLEMAN - Sumur Mbah Demang Cokrodikromo, sebuah situs cagar budaya yang terletak di Jalan Godean Km. 5, Padukuhan Modinan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, menjadi saksi bisu sejarah dan peradaban masa lalu. Selain sumur, kompleks ini juga menyimpan sisa-sisa bangunan lain seperti kamar mandi, bekas dapur, struktur dinding rumah, dan dua bangunan beratap joglo.

Sumur ini terletak di selatan kamar mandi sisi barat, dibatasi dinding keliling dengan pintu kayu berukuran tinggi 160 cm dan lebar 80 cm. Di atas pintu terdapat segitiga dengan gambar lingkaran di dalamnya. Diameter sumur adalah 78 cm dan tinggi sumur 50 cm dengan ketebalan dinding sumur 20 cm. Corong air di sisi barat sumur berfungsi mengalirkan air ke bak di kamar mandi. Lantai di sekitar sumur terbuat dari plester semen.

Kamar mandi barat terletak di utara sumur dan sebelah barat bekas kamar mandi. Di dalamnya terdapat bak air di sisi barat dan lantai yang ditinggikan di sisi timur. Pintu kayu berukuran tinggi 144 cm dan lebar 108 cm menjadi akses masuk ke kamar mandi berukuran 530 cm x 189 cm ini. Atap kamar mandi berbentuk kampung dengan dinding dari susunan bata dan batu gelondongan setinggi 192 cm dan tebal 33 cm. Konstruksi atap menggunakan kayu dan penutup genteng, dengan nok atau molo dari bekas rel lori. Lantai kamar mandi diplester semen, dan bak air berukuran 189 cm x 123 cm.

Bekas kamar mandi timur terletak di sebelah utara bekas dapur dan sebelah timur kamar mandi barat. Berukuran 264 cm x 189 cm, kamar mandi ini memiliki satu bak air di sisi barat. Tembok sisi utara kamar mandi timur tersisa dengan ketinggian 115 cm. Atap kamar mandi timur sudah tidak ada, namun diduga dahulunya berbentuk kampung dan menyatu dengan kamar mandi barat. Lantainya kini tertimbun tanah dan pecahan genting. Pintu di sisi selatan menghubungkan kamar mandi timur dengan ruang bekas dapur.

Bekas dapur terletak di sebelah selatan kamar mandi timur dan sebelah timur sumur. Berukuran ± 264 cm x 280 cm, bekas dapur ini sudah tidak beratap. Beberapa bagian dindingnya retak, namun lantainya masih berplester. Jendela kayu di sisi selatan bekas dapur kini hanya tersisa bingkainya. Pintu terdapat di sisi timur dan utara.

Struktur dinding rumah terletak di sebelah selatan bekas dapur, membujur utara-selatan. Menurut penuturan Budi Santoso (58 tahun), dinding ini merupakan satu kesatuan dengan dapur. Dinding yang terbuat dari bata plester dan batu bulat ini tersisa sepanjang 400 cm dengan ketinggian rata-rata 152 cm dan tebal ± 27 cm.

Dua bangunan beratap joglo terletak di sebelah tenggara sumur. Satu bangunan menghadap ke timur dan satu menghadap ke selatan. Letaknya di tepi jalan raya Godean menyebabkan terjadinya pemangkasan ukuran bangunan. Sisa-sisa bangunan beratap joglo ini adalah beberapa bagian tembok dan konstruksi soko guru dari kayu. Saat ini, sebagian besar bangunan tersebut telah berubah fungsi menjadi warung makan dan percetakan.

Sumur Mbah Demang Cokrodikromo dan bangunan-bangunan di sekitarnya memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Situs ini menjadi bukti penting mengenai kehidupan masyarakat pada masa lalu serta arsitektur tradisional Jawa. Keberadaannya perlu dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya Kabupaten Sleman.