Breaking News

Upacara Adat Bathok Bolu

Post Image
Dekhi 4 November,2019

Upacara Adat Bathok Bolu

Upacara Adat Bathok Bolu (Upacara Ritual dalam rangka memperingati turunnya Wahyu Kraton di Desa Sambiroto Purwomartani Kalasan Sleman). Ziarah dengan filosofi kepasrahan ini diiringi dengan pembagian air suci.

Makna nilai nilai luhur yang terkandung adalah kebersamaan dan kegotoroyongan, ketauladanan/edukasi, sejarah dan budaya.

Untuk lebih jelasnya ikuti uraian dibawah ini.

Nilai luhur kebersamaan dan gotongroyong.

Bahwa dalam pelaksanaan upacara adat dilakukan secara bersama-­sama tidak memandang pada agama maupun pranata sosial seluruh masyarakat sambiroto dan sekitarnya sebagai perwujudan kekerabatan persatuan dan kesatuan antara arga tanpa memperdulikan dengan suatu maksud dalam pemahaman kepada Tuhan Yang Maha Esa

Nilai luhur kepribadian dan kepercayaan diri

Bahwa dengan melaksanakan upacara ini masyarakat sambiroto merasa yakin akan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa dan akan mengabulkan segala permohonannya. Para pelaku upacara mempunyai semangat tinggi dan kepribadian yang mantap dan kuat untuk melabuhkan sosial naluri yang tertanam dalam kancah budaya spiritual.

Nilai luhur ketauladanan

Bahwa dengan melaksanakan upacara tersebut akan memberikan suri tauladan dan pewarisan nilai luhur budaya daerah kepada generasi muda dan masyarakat yang nantinya mampu menyerap, mengamalkan dan selanjutnya melestarikan

Nilai luhur kepasrahan

Bahwa melaksanakan upacara adat adalah wujud dari kepasrahan kepada Tuhan Yang Esa, tasyakur atas rahmat yang telah dilimpahkan kepada kita semua dengan rasa handarbeni dan melestarikan budaya berarti akan mewariskan kepada generasi selanjutnya.

Tokoh Bathok Bolu, Tugiran sekdes Poromartani Kalasan.

Hal hal yang diwariskan adalah untuk mengenang kepasrahan seseorang dalam menyatukan sarana meditasi kraton kajiman alas ketangga, sambiroto dan dijadikan tempat yang sakral yang dapat menyatakan rasa syukur kepada Yang maha Kuasa “Nyawijekke Rasa Pangrasa Anggayuh Nugrahaning Gusti”, sehingga masyarakat apabila tidak melaksanakan upacara tersebut dikhawatirkan akan mendapat bencana atau mara bahaya dengan yang bersemayam di kraton kajiman bathok bolu alas ketangga.

Desa Sambiroto, Purwomartani, Kalasan, Sleman.