Breaking News

Upacara Adat Labuhan Merapi

  • home //
  • Upacara Adat Labuhan Merapi
Post Image
Dekhi 4 November,2019

Upacara Adat Labuhan Merapi

Dilaksanakan setiap tanggal 30 Rejeb dalam rangkaian kegiatan peringatan penobatan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Sultan Ngayogjokarto Hadinigrat. Dalam upacara ini berbagai macam sesaji dibawa ke Kendit Gunung Merapi oleh Ki Juru Kunci sebagai wujud permohonan keselamatan dan kesejahteraan.

Makna nilai nilai luhur yang terkandung adalah ketauladanan dan pengorbanan/sosial. Hal ini dapat dijelaskan dibawah ini

  1. Nilai luhur ketauladanan, semagat dan perjuangan. Karena upacara adat ini merupakan hajad dalem atau tinggalan Jumenengan Ndalem Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karuniaNya yang telah dilimpahkan kepada masyarakat Ngayogyakarta Hadiningrat lewat persembahan sesaji dan Ageman Sultan HB X dan mempunyai Nilai luhur ketauladanan kepada generasi muda dan masyarakat. Bagaimana perjuangan Kanjeng Panembahan Senopati untuk mewujudkan Kraton dan kawuia hidup tentram, damai dan sejahtera.
  2. Nilai luhur pengorbanan. Dikisahkan bahwa pengorbanan Juru Taman yang setelah makan telur pemberian Panembahan Senopati berubah menjadi raksasa dan ditugaskan untuk menjaga Gunung Merapi dari bahaya alam/gunung.
  3. Tokoh upacara Labuhan Alit, mbah Maridjan,mbah Suraksohardjo. Hal hal yang diwariskan berupa peringatan jumenengan Ndalem Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diselenggarakan setiap tanggal 30 bulan Jawa Rejeb. Hal ini berkaitan dengan Legenda Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Mbah Nyai Gadhung Wikarti dan Kyai Megantoro yang kesemuanya sebagai penguasa di Gunung Merapi.