Breaking News

Upacara Adat Merti Bumi Kaliurang

  • home //
  • Upacara Adat Merti Bumi Kaliurang
Post Image
Dekhi 4 November,2019

Upacara Adat Merti Bumi Kaliurang

Metri bumi kaliurang dilaksanakan sebagai ungkapan kecintaan dan kepedulian terhadap kelestarian bumi pertiwi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Kaliurang dan sekitarnya.

makna nilai nilai luhur yang terkandung adalah ketentraman, kebersarnaan clan budaya spiritual. Hal ini dapat dijelaskan dibawah ini :

  1. Nilai luhur ketentraman dan kebersamaan

Bahwa di dalam pelaksanaan upacara tradisional dilakukan secara bersama sama oleh warga masyarakat Kaliurang dan sekitarnya sebagai perwujudan kekerabatan persatuan dan kesatuan antar warga tanpa memperdulikan dengan jumlah dan pengorbanan demi kelestarian alam dan lingkungannya. Sebelum pelaksanaan upacara bahwa masyarakat secara bergotong royong bekerja membersihkan lingkungan “Hamerti Kaendahaning bawono kang wus dumadi lan wus cinepto dining Gusti Kang Murbeng Dumadi”.

  1. Nilai luhur kedamaian

Bahwa di dalam pelaksanaan upacara tradisional memberikan gambaran dan wawasan kepada generasi muda untuk mengerti dan memahami makna yang terkandung dalam pola kehidupan yang damai, tentram dan sejahtera dengan mengupayakan kelestarian sumber daya alam.

  1. Nilai luhur kepribadian dan ketaqwaan

Bahwa dengan melaksanakan upacara tradisional Kirab Broto Merti Bumi masyarakat merasa yakin bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa akan mengabulkan segala permohonannya. Para pelaku mempunyai semangat dan berkepribadian yang mantap dan kuat untuk melakukan sosial naluri yang tertanam dalam kancah budaya spiritual pangesthi jawi.

  1. Tokoh upacara adat merti bumi Kaliurang, Purwanto, Mesran(Paguyuban Pametri Budaya Jawa,Pangesti Jawi).

Adapun hal hal yang yang diwariskan dari tokoh tersebut adalah: sebagai ungkapan masyarakat Kaliurang dan sekitarnya untuk mencintai dan peduli lestarinya bumi pertiwi yang menjadi sumber hidup dan kehidupan manusia serta memahami akan budaya spiritual.

Dengan memanfaatkan event ini masyarakat tergugah untuk berupaya mengubah perekonomian rumah tangga dengan berjualan dan lain sebagainya, pengeluaran biaya untuk upacara tradisional nantinya akan berlimpah sebagai imbalan dan anugerah dari Yang Maha Kuasa.

Kawasan wisata Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman