Breaking News

Warga Lereng Merapi Persiapkan Jalur Labuhan

  • home //
  • Warga Lereng Merapi Persiapkan Jalur Labuhan
Dekhi 30 Oktober,2019

Warga Lereng Merapi Persiapkan Jalur Labuhan

 

Meski waktunya masih sekitar satu setengah bulan lagi untuk pelaksanaan Puncak Upacara Adat Labuhan Merapi tahun 2017 ini, yakni tanggal 28 April 2017, warga masyarakat lereng Merapi sudah melaksanakan persiapan. Diantara persiapan tersebut adalah kerjabakti pembersihan jalur jalan menuju lokasi puncak upacara adat Labuhan Merapi di Pos 1 Sri Manganti yang dipimpin langsung oleh Juru Kunci Gunung Merapi Mas Lurah Kliwon Suraksohargo, Minggu 5 Maret 2017.

 

Dalam kesempatan tersebut Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara, SH, M.Hum yang didampingi Kepala Bidang Dokumentasi, Sarana dan Prasarana Kebudayaan Wasita, SS, MAP, Kepala  Seksi Sarana Prasarana Sarah Waluya, SH, MM beserta jajarannya melakukan supervis persiapan Upacara Adat Labuhan Merapi tersebut.Pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada segenap warga lereng Merapi yang telah mempersiapkan pelaksanaan upacara adat tersebut sejak dini. Diharapkan dengan persiapan yang dilakukan sejak dini nantinya upacara adat Labuhan Merapi tahun 2017 ini dapat berjalan dengan lancar dan lebih banyak warga masyarakat yang berpartisipasi baik yang masih taat atau “ngugemi” dalam menjaga kesakralan upacara adat maupun wisatawan yang hanya sekedar untuk melihat keunikan upacara adat maupun melihat suasana alam disekitar lokasi penyelenggaraan.

 

Aji merasa “trenyuh” sekaligus bangga dengan kesadaran dan semangat eks warga Kinahrejo yang meski saat ini tinggal berpencar dibeberapa lokasi di lereng Merapi, tetap memiliki jiwa handarbeni yang tinggi untuk terus melestarikan atau nguri-uri tradisi budaya yang telah mengakar sejak lama.

 

Aji juga menyampaikan bahwa Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman sebagai sebuah instansi baru akan lebih fokus dalam mengembangkan potensi seni budaya serta penyediaan sarana prasarana kebudayaan yang akan dilakukan secara bertahap. Termasuk diantaranya fasilitas sarana dan prasarana penyelenggaraan upacara adat Labuhan Merapi. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah pemahaman kebudayaan yang tidak diartikan secara sempit sebatas pada atraksi dan pertunjukan semata. Namun jauh lebih esensial yang berupa implementasi tata nilai untuk mewujudkan masyarakat dan pemerintahan yang berbudaya.

 

Juru Kunci Gunung Merapi Mas Ngabehi Kliwon Suraksohargo menyatakan bahwa pelaksanaan upacara adat Labuhan Merapi murni dilakukan para abdi dalem Kraton Ngayogyakarto dan masyarakat setempat secara sukarela dan dengan kesadaran sendiri. Mengingat waktunya masih agak leluasa pihaknya membuka kesempatan kepada komunitas relawan dan mahasiswa pecinta alam dari berbagai kalangan untuk turut membantu persiapan Labuhan Merapi khususnya pembersihan jalur jalan yang saat ini banyak ditumbuhi rumput dan semak-semak. Kerja bakti akan terus dilakukan setiap hari Minggu yang diawali pada pukul 07.00 WIB.-

Sleman, 6 Maret 2017

Kepala Bidang Dokumentasi, Sarana dan Prasarana Kebudayaan

Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman

 

 

Wasita, SS, MAP